crazy love

Perasaan, aku baik-baik saja. Sekujur tubuhku masih nampak normal. Sama seperti orang lain pada umumnya. Kelakuanku pun biasa-biasa saja. Tidak ada sesuatu yang aneh. Aku juga masih tahu dimana rumahku, tempat kerjaku dan warung nasi tempat biasa aku makan sekaligus ngutang.

Tapi yang gak habis pikir. Tak kusangka teman-temanku sering kali mengatai aku gila. Tak habis-habisnya mereka selalu meledekku. Dan parahnya lagi mereka meledekku dengan tawa riang, bahkan cekikian sampai puas

Kisah ini bermula (Hahaha. Seperti ketika Rose menceritakan kisah cintanya di film TITANIC). Sejak dulu, aku sudah suka film Bollywood. Pertama kali aku menonton film bollywood yang dibintangi Dramendhra. Aku tidak tahu judul filmya. Bahasanya pun gak ngerti sama sekali, lantaran filmya tak ada teks Bahasa Indonesianya. Maklumlah, karena aku nontonnya di chanel  ZEE TV.

Ah! Kelamaan nih cerita. Bertele tele, kan? Oke! Singkatnya, yang membuat aku “Fall In Love” atau jatuh cinta pada film Bollywood setelah menonton film Kaho Na Pyar Hai. Seketika aku juga ngefans berat sama Hrithik Roshan. Biasalah, anak muda memiliki idola. Dan lantas meniru-niru gayanya. Kuakui Hrithik menjadi Idola baruku, tapi pastinya setelah Ayahku.

Hrithik keren dan macho banget, kan? Memang pantas dijadikan Idola. Sehingga Hrithik menjadi rujukanku cara berpakaian, model rambut, dan bahkan gaya berjalan. Namun, bukannya tanggapan positif yang kuperoleh. Teman-temanku malah meledek dan mengejek.

Jujur, aku sangat marah melihat kelakukan mereka yang melecehkanku seperti itu. Tapi, aku selalu menahan diri dan tetap bersikap biasa saja. Itu karena kami sudah sering saling ejek. Namun, kali ini benar – benar menyinggung perasaanku. Bagaimana tidak? Aku dikatain gila.

Sebelum sampai berdarah – darah. Aku pun dikasih tahu apa dan kenapa mereka mengataiku gila? Jadi, di dalam bahasa Batak Mandailing kata rittik berarti gila. Lalu, na rittik = orang gila.

Nah, teman-temanku mengejekku lantaran aku bilang nama panggilan baruku Boy Hrithik. Lantas mereka plesetkan menjadi Boy Rittik. Kurang ajar banget, kan? Sehingga kini aku dipanggil Boy Roshan saja, untuk menghindari ledekan mereka.