dua hati

Aku telah menjalani ini selama 5 tahun. Aku tersiksa oleh perasaanku sendiri. Kadang aku ingin melarikan diri saja. Sejauh mungkin, tuk melepaskan kegundahan hati ini. Takkan kupingkiri, kini cintaku benar-benar berada diantara dua hati.

Persoalan klasik dalam dunia percintaan yaitu pengkhianatan dan perselingkuhan. Sebenarnya, aku tidak ingin mengkhianati kesetiaanku, dengan berpaling kepada yang lain. Betapapun sakitnya memendam cinta ini. Aku harus berusaha menahannya. Bukankah cinta itu merupakan pengorbanan? Tanpa memelas kasihani. Apalagi, mengharapkan sebuah hadiah dari percintaan. Ketulusan, benar?

Alkisah! Tahun 2007 silam aku ingat betul bagaimana perasaanku menggebu-gebu pada seseorang. Dia menarik perhatianku sampai-sampai aku lupa. Padahal selama ini kekasihku yang setia menungguku dan menjagaku.

Tapi dia itu begitu memesona, menawan dan berkharisma. Cewek mana sih yang tidak ngiler melihatnya? Apalagi memilikinya? Aku pikir semua cewek di dunia ini ingin memilikinya.

hrithik-roshan16

Lantas potonya aku pajang memenuhi dinding kamarku. Apalagi dinding hatiku. Aku pun lupa kepada kekasihku. Lantaran aku lebih memerhatikan dia dari pada kekasihku sendiri. Jika saja kekasihku masuk ke kamarku dan melihat semua luapan cintaku ini. Sekejap, dia pasti merasa kecewa dan sedih banget. Tapi syukurlah, dia tak bakalan pernah masuk ke kamarku ini sebelum kami diikat oleh tali pernikahan.

Bukan di kamarku saja. Gallery photo di Facebooku dan Twitter juga dipenuhi dia. Status FB dan Twittku tentang seputar dia.

Meskipun kekasihku memiliki akun FB dan Twitter. Aku belum berteman dengannya, lantaran aku selalu saja menolak keinginannya untuk berteman denganku di FB dan menfollowku di Twitter. Sekali lagi, aku tidak ingin dia memasuki kamar pribadiku.

Di samping itu, sebenarnya aku ingin dia tak merasa cemburu. Ditambah aku tak ingin dia juga menilaiku atas kegilaan cintaku.

Namun, dibalik kegilaan ini aku akui kalau aku masih mencintai kekasihku. Tetapi dilema, aku juga tidak ingin melepas dia yang telah berhasil mencuri perhatian dan hatiku. Kini, dalam hatiku keduanya sangat berharga untukku. Mereka berdua kurasa selalu disisiku. Karena kekasihku akan selalu hadir di sampingku. Sementara dia akan selalu aku hadirkan dalam anganku dan mimpiku.

Bayangan dia menyertai langkahku. Sehingga kadang aku kelihatan laiknya sedang mabuk, lantaran minum alkohol berbotol- botol. Aku juga terkadang lebih merasa hidup dalam dunia khayalku. Karena di dunia khayalku, aku bisa menyentuh pipinya dan bibirnya. Mencium baunya, harumnya dan pipinya. Aku juga dapat memeluk erat tubuhnya. Dalam pelukannya aku rapatka kepalaku di dadanya. Aku eratkan genggaman tanganku. Aku tidak ingin melepasnya.

Nah, dia akan selalu hadir di dalam dunia mimpiku. Kecupan mesra darinya sewaktu hendak pergi meninggalkanku. Itulah bagian dari adegan yang memilukan hatiku. Tanpa tersadar air mataku akan berjatuhan membasahi pipi dan bajuku.

Kuakui cintaku padanya hanyalah sebatas angan dan mimpiku saja. Pernah suatu ketika kekasihku memergokiku tengah asyik memandangi wajahnya. Padahal kami sedang berduaan di bawah pepohonan mahoni. Dia sadar jiwaku sedang tidak berada bersamanya. Sehingga dia memegang pundakku dan  menggedor-gedorkanku dengan ringan, mencoba menyadarkanku.

“Beib…. aku tahu kau ngefans berat sama Hrithik Roshan. Aku tidak memaksamu berhenti untuk menyukainya atau mencintainya. Tapi kau harus tahu dan ingat, kalau aku selalu ada untukmu selamanya”, tukasnya.

“Aku tahu dan aku menyadari itu. Tapi aku sangat……”, jawabku.

“Iya…. aku tahu itu. Kau sangat suka dan cinta padanya”.

“Maafkan aku mas. Hrithik Roshan hanya hadir dalam mimpiku saja. Sedangkan dirimu nyata. Akan ada untukku dan selalu hadir di sampingku selamanya. “I LOVE U”

Notes :  * Terinspirasi dari cerita seseorang *